Freebies

Kerugian Hakiki: 5 Tipu Daya Dunia | Kehidupan Dunia Menurut Islam

اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ ؕ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ؕ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ؕ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
[QS. Al-Hadid: Ayat 20]

Assalamualaikum,

Seringkali Al-Qur'an memperingatkan kita akan betapa fananya kehidupan dunia serta kekalnya akhirat. Tapi kali ini, gw nemu 1 ayat yang bisa dibilang -unik- dan punya nilai yang luar biasa dalem tentang topik ini.

Ayat itu adalah ayat ke-20 surat Al-Hadid (57), dan sekarang kita akan mengkaji dan ambil pelajaran dari ayat yang agung ini, insyaallah.

Yang pertama harus diketahui adalah, Al-Hadid = Surat Madaniyyah. Dan dia adalah satu dari beberapa surat madani yang ditujukan untuk kaum MUSLIM. Berarti, apa yang dijelaskan di surat ini, biar itu baik/buruk, terjadi di umat muslim sebagaimana ia terjadi di kaum kafir dan umat lainnya.

Jadi, langsung aja kita bahas ayat tsb:

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan..." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Allah swt. Membuka ayat ini dengan menjelaskan esensi kehidupan yang pertama, dan pasti dikejar semua orang: "Permainan".

Gini:

Saat seorang bayi baru lahir, yang pertama kali dia lakukan adalah memenuhi 'Kebutuhan' hidupnya: Minum ASI, buang air, dan tidur. Tapi seiring ia tumbuh ke masa kanak-kanak, dia akan mulai mengejar hal lain dalam hidup, dan hal itu adalah "Permainan".

Dia akan senang berlari kesana-kesini, bermain petak umpet, dan merengek untuk dibelikan mainan baru. Dan ia tidak akan pernah puas. Sebaliknya, anak ini akan selalu mengejar games dan permainan-permainan baru yang ditawarkan dunia untuknya: Barbie, Android, Grand Theft Auto, Bola, dsb..

Ini adalah fase pertama, hal pertama yang akan dikejar dan melalaikan manusia dari jalan Allah. Tipu daya dunia yang paling pertama muncul dalam diri manusia. "Keinginan untuk bermain". Dan hasrat ini pasti dimiliki seluruh manusia begitu menginjak masa kanak-kanak.

"...dan senda gurauan,..." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Fase kedua adalah senda gurauan, atau biasa disebut "Entertainment".
Manusia akan terus mengejar hiburan yang ada di dunia: Musik, Anime, Tv, Film, Drakor, dll..

Dan sama seperti sebelumnya, mereka ga akan pernah puas. Habis nonton anime 1, mereka akan kejar dan nonton anime 2, 3, 4 dan seterusnya hingga hilang masa mudanya. Mereka akan terus ngejar musik, tv, drakor, film dan hiburan lain terus-menerus hingga masuk ke liang lahat.

Ini fase dan tipu daya dunia yang kedua. Senda gurau/hiburan/ "Entertainment".

Fase ketiga adalah:

"...perhiasan..." [QS.Al-Hadid ayat 20]

Atau "Keindahan".
Begitu remaja, manusia akan mulai tertarik dengan penampilan, keindahan, dan lawan jenis.

Ngehabisin waktu berjam-jam untuk dandan, milih pakaian, tampil keren, dan nyisir di depan kaca. Bahkan orang yang ga punya rambut pun nyisir.

Mereka akan mulai banding-bandingin diri mereka yang -katanya- ga secantik orang lain, ga sekeren orang lain, dan mulai risih sama pendapat orang tentang mereka. Bahkan gw punya kenalan yang harus foto puluhan kali, demi milih 1 foto "terbaik" yang bakal dipostingnya di instagram.

Tapi yang lebih parah dan paling penting adalah, "Nafsu" manusia di fase ini meluap-luap. Mereka akan sibuk "mencari cinta", pacaran, dan memuaskan nafsu dengan nonton film porno (masturbasi, onani, apalah).

Dan ya, mereka ga akan pernah puas. Nonton lagi, onani lagi, terus dan terus mencari "perhiasan" di dunia fana.

Inilah fase dan tipu daya dunia yang ke-3, perhiasan/keindahan.

Ke-4:

"...dan saling berbangga di antara kamu..." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Ya, "pencapaian."
Di kuliah, tempat kerja, dan lingkup masyarakat, kamu akan nemu orang yang sangat kompetitif, bersaing demi penghargaan (Nilai/Ijazah bagus, promosi, piala, dll.).

Ga masalah sih, tapi kalo kita ngehabisin semua waktu buat ngejar hal kyk gitu...guna ngga, sengsara iya. Orang cenderung ngebanggain pencapaian dan penghargaan yang dimilikinya.

Misal:
Kalo mahasiswa lulus dengan nilai tertinggi se-Indonesia, dia ga akan nyimpen sertifikatnya di gudang kan? Dia pasti akan pajang sertifikat itu di ruang tamu, tempat yang bisa diliat semua orang.

Yup. Paling buruk jatohnya sombong, paling bagus pencapaian itu cuma jadi pajangan. Ga guna.

Tipu daya dunia yang ke-5 (dan terakhir) adalah:

"...serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Mulailah kita tumbuh dewasa. Punya anak dan berkeluarga. Di sini, yang selalu jadi pikiran utama kita adalah harta dan anak. Akan timbul hasrat untuk punya mobil mewah, rumah bagus, dan memperbanyak harta-benda. Juga hasrat untuk menyenangkan anak kita: beliin mainan, baju baru, masukin ke sekolah 'terbaik', dan ngehabisin waktu sama dia.

Dan kamu bener, sama kyk sebelum2nya, kita ga akan pernah puas dengan apa yang ada. Bakal adaaa aja hal-hal lain yang kita kejar.

Perumpamaan dari semua fase ini adalah:

"...seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;..." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Yup. Seperti dunia yang kesenangannya mengagumkan para insani. Dan ini uniknya: Apa yang harusnya dilakuin petani begitu liat tanamannya tumbuh? Petani manapun yang masih waras dan ga gila, pasti akan memanen tanaman itu. Tapi yang Allah swt. sebutkan setelahnya bikin gw tercengang:

"...kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur...." [QS.Al-Hadid Ayat 20]

Gini:

Petani harus kerja mati-matian buat ngebajak sawah, nanem benih, ngurus hama dan ngerawat sawahnya. Tanpa tau tanaman itu bakal tumbuh atau ngga, bagus atau ngga, subur atau ngga.

Dan ga kaya karyawan yang gajian tiap bulan, seorang petani cuma gajian sekali tiap-tahun, itu pun KALO tanamannya tumbuh. Mangkannya pas hujan turun, petani ini pasti bakal lompat kegirangan karena senengnya, apalagi begitu ia liat tanamannya tumbuh subur.

Tapi begitu tanaman ini tumbuh, begitu gajinya dateng, bukannya manen tanaman itu, dia malah nyia-nyiain semuanya sampe taneman itu kering dan kuning (mati).

Ngerti maksudnya?

Kita mati-matian ngejar dunia (hujan/karunia), dan berlomba-lomba untuk dapetin kesenangan (tanaman). Tapi begitu karunia dateng dan kita dapetin kesenangan itu, kita nyia-nyiain semuanya tanpa ngambil manfaat darinya.

Kita terus ngegames, nonton anime, ngejar keindahan, berbangga-bangga dan berlomba dalam kekayaan dan anak. Tapi semua itu ga mendekatkan diri kita kepada Allah! Ga kita ambil manfaatnya, ga bernilai pahala dan ga berfaedah sama sekali di hidup kita!

Intinya:

Hasrat itu, fase itu, semuanya pasti ada di diri kita. Tapi kalo ngejar harta bukan untuk deketin diri kepada Allah, didik anak dan berjuang bukan sebagai ibadah kepada Allah, serta hidup hanya untuk main-main dan senda gurau semata. Apa gunanya??

"...Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."
[QS. Al-Hadid: Ayat 20]

Maka pilihlah yang kekal dan jauhi yang palsu. Pilihlah ampunan dan jauhi azabnya. Selamatkan dirimu dari api neraka. Kejarlah ampunan dan keridaan-Nya. Dan hati-hatilah terhadap...

...tipu daya dunia.

Wassalamualaikum,
Feby

0 Comments:

Posting Komentar