Pernahkan anda melihat pecandu narkoba? Atau perokok? Atau pecandu pornografi? Awalnya mereka cuma coba-coba. Lalu ketagihan. Lalu mulai melakukannya terus-menerus. Hingga akhirnya perilaku ini jadi bagian tak terpisahkan dari keseharian dan hidup mereka.
Apa yang terjadi jika mereka tidak berubah? Hidup mereka akan berpusat pada candu mereka.
Misal, jika dia pecandu pornografi, maka dia akan merasa tak tenang jika tak masturbasi selama beberapa hari. Yang menyebabkan dia kehilangan percaya diri dan merusak otak serta sistem reproduksi yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Tinggi. Dan yang terburuk adalah merusak hidup dan keluarga orang lain dengan berzina, kemudian banyak yang setelahnya menggugurkan atau membunuh bayi yang tidak berdosa.
Hal serupa juga bisa dilihat dari pecandu narkoba yang kehilangan nyawa. Serta perokok yang terserang kangker di sekujur tubuhnya.
Kebiasaan buruk menghancurkan hidup mereka.
Tapi sebagaimana kebiasaan buruk mampu menghancurkan hidup kita, kebiasaan baik juga mampu membahagiakan hidup kita.
Bayangkan seorang hamba yang ingin masuk surga dan mendekatkan diri pada Tuhannya. Dia ingin bertemu, berbincang, dan mendengar kalimat-Nya, karena itu dia mengkaji Al-Qur’an yang merupakan kalimat langsung untuk umat manusia. Hari demi hari dia terus mengkaji. 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, waktu berlalu hingga masuk liang kubur. Hingga akhirnya, Tuhannya menghadiahkannya surga dan memasukkannya ke golongan orang-orang beriman yang dekat dengan-Nya.
Bukankah kebiasaan baik telah mengantarnya menuju kebahagiaan?
Bahkan hukum ini juga berlaku pada seorang atheis yang ingin memperoleh kebahagiaan dunia. Dia perlu mengubah kebiasaannya menjadi kebiasaan-kebiasaan baik. Barulah dia akan mendapat kebahagiaan yang dia inginkan di hidupnya.
Karena itu lihatlah kembali keseharian anda.
Apakah anda punya kebiasaan yang mengantar anda menuju kehancuran? Jika iya, tidakkah sebaiknya anda menggantinya dengan kebiasaan baik yang mengantar menuju kebaikan?
Mungkin hal-hal yang kita anggap kecil seperti tidur terlalu malam, banyak makan, dan malas-malasan lah yang perlu kita ubah. Mungkin hal mudah seperti shalat di masjid daripada di rumah yang perlu kita tambah.
Yang jelas, masing-masing kita pasti punya kebiasaan yang bisa kita perbaiki untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki. Baik itu kebahagiaan dunia maupun akhirat. Dan tidak ada yang lebih tau akan hal ini selain diri pribadi dan Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Disaat sebagian orang melangkah menuju kehancuran, dan sebagian orang melangkah menuju kebaikan
Ke arah manakah anda akan melangkah?

0 Comments:
Posting Komentar